Lokakarya: Big Data Indonesia untuk UMKM
Laboratorium Big Data dan Analisis Bisnis SBM ITB berkolaborasi dengan Shibaura Institute of Technology, Fesmus, dan Kazee menyelenggarakan workshop mengenai Big Data Indonesia untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Sistem pengolahan Big Data sudah mulai diterapkan oleh beberapa pelaku usaha. Pengolahan Big Data yang tepat akan sangat membantu pelaku usaha dalam mengambil keputusan. Selain itu, hasil pengolahan Big Data juga menghasilkan informasi yang sangat berguna.
Namun, bagi sebagian UMKM, penerapan sistem Big Data dan pengolahan data menggunakan teknologi masih sangat sulit dilakukan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kebutuhan biaya yang besar, tidak adanya ahli pengolahan data di perusahaan, serta kurangnya pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya pengolahan Big Data bagi UMKM.
Karena itu, pengenalan pentingnya Big Data dan solusi alternatif yang dapat dilakukan untuk memproses Big Data menjadi sangat penting untuk diketahui oleh UMKM.
Tiga Tantangan Utama UMKM: SDM, Pemasaran, dan Permodalan
Acara ini menghadirkan akademisi dan praktisi sebagai pembicara dan panelis:
• Dr. Eng. Manahan Siallagan — Direktur Laboratorium Analisis Big Data dan Simulasi Sosial SBM ITB
• Santi Noviani, Ph.D — Sekretaris Kewirausahaan LPIK ITB
• I Made Ariya Sanjaya — CEO Kazee
• Yogie Setiafriawan — Pendiri Fesmus
• Ir. Eri Nurjaman — Kepala Bidang Usaha Mikro dan UKM Koperasi Usaha Mikro dan Kecil Kota Bandung
• Tris Avianti — Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung
“Tiga hal yang menjadi tantangan bagi UMKM adalah sumber daya manusia, pemasaran, dan permodalan. Hal ini kemudian menjadi tiga hal yang perlu difokuskan agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga berkelanjutan,” ujar Dr. Eng. Manahan Siallagan.
Kolaborasi Akademisi, Pemerintah, dan Masyarakat
Menurut Santi Noviani, Ph.D, UMKM memiliki peran strategis bagi daerah.
“UMKM menjadi penyumbang pendapatan daerah yang besar, menyerap tenaga kerja, dan menarik wisatawan mancanegara. Oleh karena itu, kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk memajukan UMKM di Indonesia,” ujarnya.
Banyak pembicara dalam acara ini ingin berkontribusi untuk pengembangan UMKM di Indonesia, seperti membuat platform, memberikan seminar, konsultasi gratis, dan masih banyak lagi.
Selanjutnya, mereka ingin mengembangkan UMKM di Indonesia melalui klinik inkubasi untuk meningkatkan penjualan dengan bantuan big data.
Kategori
Seminar
Dipublikasikan pada
Oct 12, 2026
Tampilan
4
Artikel Terkait
Lebih banyak artikel dari Seminar