GPBL

SBM ITB x Shibaura Institute of Technology Gelar Problem-Based Learning: Inovasi UMKM di Era Big Data

Dipublikasikan pada Oct 12, 2026 3 Tampilan
SBM ITB x Shibaura Institute of Technology Gelar Problem-Based Learning: Inovasi UMKM di Era Big Data

Bandung, 6 Maret 2020 — Era digital telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan. Untuk menghadapi era ini, kompetensi di bidang digitalisasi menjadi kebutuhan utama. Perkembangan teknologi pengumpulan dan pengolahan data juga mendorong bisnis dan ilmu sosial masuk ke frontier baru: data analytics dan simulation.

Dalam kolaborasi dengan Shibaura Institute of Technology (SIT), SBM ITB menyelenggarakan Problem-Based Learning (PBL) bertema SME Innovation in Big Data Era pada 12–20 Februari 2020 di Kampus SBM ITB Bandung.

Acara dibuka oleh Dr. Eng. Manahan Siallagan dari Big Data and Business Analytics Laboratory SBM ITB. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah baru untuk menunjukkan bagaimana big data dapat membantu masyarakat dan bisnis.

“Dengan bantuan kolega di Big Data and Business Analytics Laboratory SBM ITB, kami siap memimpin perjalanan baru tentang bagaimana big data dapat membantu people and their business.”

24 Mahasiswa, 6 Kelompok, dan 6 UMKM Bandung
Program ini diikuti oleh 12 mahasiswa SBM ITB dan 12 mahasiswa SIT. Seluruh peserta dibagi ke dalam enam kelompok, masing-masing terdiri dari dua mahasiswa SBM ITB dan dua mahasiswa SIT.

Setiap kelompok ditugaskan mengamati satu UMKM di Bandung dan memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi. UMKM yang terlibat adalah:

Karoeng.id

Koku Footwear

Sankimo

Rosmala Syari

Maraya Scraf

Alma Salon

Semua UMKM tersebut berlokasi di Bandung dan bergerak di bidang yang berbeda, seperti fashion, craft, shoes, dan beauty.

Dari Kunjungan UMKM hingga Presentasi Solusi
Pada hari pertama, setiap tim memilih satu UMKM yang ingin mereka bantu. Setelah itu, tim mengunjungi toko UMKM dan melakukan brainstorming dengan pemilik usaha untuk memahami masalah yang dihadapi.

Hari berikutnya, mahasiswa menganalisis masalah, mempresentasikannya di depan dosen, dan menerima feedback untuk menyempurnakan solusi. Selama hampir sepekan, dosen dari SBM ITB dan SIT terus memberikan masukan agar proposal mahasiswa semakin baik.

Belajar RStudio dan Analisis Data untuk UMKM
Mahasiswa juga mendapatkan kuliah dari Dr. Manahan tentang RStudio, sebuah tools untuk menganalisis data. Materi ini memberi mahasiswa pemahaman lebih dalam tentang input data dan bagaimana data dapat diolah menjadi informasi yang berguna.

Selain itu, mahasiswa mengikuti workshop bertema “Indonesia Big Data for MSME 2020” di Auditorium SBM ITB. Workshop ini memperkuat kaitan antara big data, UMKM, dan business analytics.

Dampak Program bagi Mahasiswa dan UMKM
Program ini bertujuan membangun kerja sama dengan institusi/perguruan tinggi luar negeri serta pemilik UMKM di Bandung. Bagi mahasiswa, manfaatnya adalah pengalaman langsung menangani kasus nyata UMKM Indonesia, khususnya Bandung.

Mahasiswa belajar bagaimana data dikumpulkan, diproses, dan dianalisis menggunakan data analytics atau simulation. Pengalaman ini membantu mereka memahami penerapan big data di dunia bisnis nyata.

Pemilik UMKM juga merasakan manfaatnya. Founder Maraya Scraf mengatakan:

“Saya mendapatkan banyak insight dari presentasi dan saya rasa banyak ide bagus yang bisa diimplementasikan dalam bisnis saya.”

Pernyataan tersebut disampaikan pada hari presentasi final, yang sekaligus menjadi acara perpisahan dengan mahasiswa SIT.

Mengapa Big Data dan Business Analytics Penting untuk UMKM?
Kasus ini menunjukkan bahwa big data bukan hanya untuk perusahaan besar. UMKM juga dapat memanfaatkan data analytics, simulation, dan business analytics untuk mengambil keputusan yang lebih tepat, memahami pelanggan, dan mengembangkan bisnis.

Kategori

GPBL

Dipublikasikan pada

Oct 12, 2026

Tampilan

3